Sidoarjo//Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, kembali menjadi momentum penuh makna bagi umat Islam di seluruh Indonesia. Suasana takbir berkumandang di berbagai masjid dan mushala, mengiringi semangat kebersamaan, keikhlasan, serta kepedulian sosial yang menjadi inti dari perayaan hari besar umat Islam tersebut.
Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan refleksi dari keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT dengan penuh keimanan dan pengorbanan. Nilai-nilai itulah yang hingga kini terus dijaga dan diwariskan kepada umat Islam sebagai pelajaran tentang arti ketaatan, kesabaran, dan ketulusan hati.
Sejak pagi hari, masyarakat berbondong-bondong melaksanakan Salat Idul Adha di masjid, lapangan, hingga area terbuka. Setelah pelaksanaan salat, kegiatan penyembelihan hewan kurban menjadi bagian utama dalam perayaan tersebut. Daging kurban kemudian dibagikan kepada masyarakat, terutama kaum dhuafa dan warga yang membutuhkan, sebagai bentuk nyata solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama.
Di berbagai daerah, suasana Hari Raya Idul Adha juga terasa begitu hangat. Warga saling bersilaturahmi, berbagi makanan, dan mempererat hubungan kekeluargaan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya berasal dari apa yang dimiliki, tetapi juga dari kemampuan untuk berbagi dan membantu sesama.
Momentum Idul Adha tahun ini juga dimanfaatkan berbagai tokoh masyarakat untuk menyampaikan pesan persatuan dan kepedulian sosial kepada masyarakat. Salah satunya datang dari Dokter Rakyat sekaligus pengusaha IPAL, Dr.dr. Andre Yulius, MH bersama istri tercintanya Yosie Iriyanti yang menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H kepada seluruh umat Muslim di Indonesia.
Dalam pernyataannya, Dr.dr. Andre Yulius, MH mengatakan bahwa Hari Raya Idul Adha merupakan momentum penting untuk memperkuat rasa kemanusiaan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan perhatian dan bantuan.
“Idul Adha mengajarkan kepada kita tentang arti sebuah pengorbanan dan keikhlasan. Semoga di hari yang penuh berkah ini, kita semua diberikan kesehatan, keberkahan rezeki, serta hati yang selalu dipenuhi rasa syukur dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan Idul Adha sebagai sarana mempererat persaudaraan dan memperkuat semangat gotong royong di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Semoga semangat berkurban dapat memperkuat persatuan, menumbuhkan rasa cinta kasih, dan menjadikan bangsa Indonesia semakin damai, maju, dan penuh keberkahan,” tambahnya.
Ucapan dan doa tersebut pun mendapat apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat yang menilai bahwa pesan-pesan kemanusiaan dan kepedulian sosial sangat dibutuhkan di tengah berbagai tantangan kehidupan saat ini.
Hari Raya Idul Adha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi juga tentang bagaimana manusia belajar mengorbankan ego, memperbanyak kepedulian, dan menebarkan manfaat bagi lingkungan sekitar. Dengan semangat Idul Adha, diharapkan masyarakat semakin memperkuat rasa persaudaraan, menjaga kerukunan, serta bersama-sama membangun kehidupan yang harmonis dan penuh kedamaian.
Hari Raya Idul Adha 1447 H: Momentum Keikhlasan, Pengorbanan, dan Kepedulian Sosial
Sidoarjo//Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, kembali menjadi momentum penuh makna bagi umat Islam di seluruh Indonesia. Suasana takb...
Foto / Ilustrasi: Nasional - Media Investigasi